Entertainment

Minions!

Melanjutkan sukses film animasi Despicable Me pada 2010, sekuelnya, Despicable Me 2 kini melanjutkan cerita tentang Gru, dan para minion—pasukan makhluk kuning menggemaskan—yang bekerja untuknya. Dalam film terdahulu dikisahkan, Gru, penjahat kakap yang bisa mencuri bulan itu bertobat dan jadi orang baik setelah hatinya terpikat tiga bocah yatim piatu, Agnes, Edith, dan Margo.

Kini cerita dibuka dengan kemunculan penjahat lain yang mampu mencuri laboratorium pengembang zat berbahaya. Bangunan besar itu disedot sebuah magnet raksasa, lenyap di angkasa. Pada saat yang sama, Gru sibuk dengan kerepotan mengasuh tiga anak yang ia adopsi. Sementara, para minion dan Dr Nefario—yang dulu membuat senjata untuk Gru—sibuk dengan uji coba produksi selai yang tak kunjung sukses.

Kesempatan kembali beraksi datang ketika Gru direkrut oleh Badan Antikejahatan untuk mencari tahu siapa si penjahat dan menangkapnya. Cerita berkembang menarik, karena Gru jatuh hati kepada Lucy, agen yang ditugaskan mendampinginya, padahal reputasinya berkencan dengan perempuan sangat buruk. Di sisi lain, para minion diculik si penjahat.

Film ini sukses menyuntikkan emosi melalui tiga anak perempuan Gru dan dinamika hubungan mereka dengan si ayah yang mantan penjahat itu. Tak kalah menarik, adalah kesuksesan teknologi animasi membuat bukan hanya mata besar Agnes yang sangat kuat memuat ekspresi, tetapi juga wajah-wajah para minion yang bentuknya serupa pil besar itu. Bentuk-bentuk yang aneh, menggemaskan. Manusiawi. Mungkin itu yang membuat film ini mengundang tawa.

Leave a Comment