Jak News

Dengan Lukis Chair, Abie Abdillah Membawa Rotan Ke Kancah Dunia

Setelah sempat jaya pada dekade 80 & 90-an, penggunaan rotan dalam industri mebel mengalami penurunan ketika memasuki era millennium. Hal ini dikarenakan banyak costumer mulai beralih ke material dan model yang lebih minimalis dalam desain maupun fungsi. Lambat laun pasar rotan mulai sepi peminat, meskipun tidak ditinggalkan.

Hal ini justru yang mengawali ketertarikan Abie Abdillah untuk mengangkatnya kembali, saat dirinya bergabung bersama mahasiswa Desain Interior ITB mengunjungi sebuah pabrik PT Yamakawa Rattan di Cirebon. “Saya ingat betul ucapan desainer sekaligus pendiri perusahaan tersebut, Yuzuru Yamakawa yang mengatakan, jika ingin menjadi dikenal dan dihargai dunia jadilah desainer rotan,” cerita Abie mengingat kisahnya waktu itu, sementara ia sendiri tercatat sebagai mahasiswa jurusan Desain Produk.

Dari keinginannya membuat sesuatu yang berbeda dari bahan rotan, selepas lulus dari ITB, Abie mulai memberanikan diri bekerja di sebuah pabrik mebel yang berlokasi di Cikupa Tangerang, PT. Alam Calamus pada tahun 2009. Kemudian, pada tahun 2010 Abie mencoba bergabung di Zylia Design Studio milik Joshua Simandjuntak, salah satu figur desain terbaik milik Indonesia. Bagi Abie, di tempat inilah dirinya belajar banyak mengenai konsep sebuah karya, hingga proses pembuatan. Meskipun sebelumnya Abie telah memiliki studio sendiri, yang bernama Studiohiji yang ia dirikan tahun 2014 lalu, yang merupakan brand mebel berbasis bahan baku rotan.

Abie mulai giat memperkenalkan rotan ke semua lapisan masyarakat, seperti diketahui bahwa 80% dari kebutuhan material rotan dunia itu bersumber dari Indonesia. Rotan yang bahannya lentur dan sejatinya mudah dibentuk seperti yang kita inginkan, pada kenyataannya membutuhkan ekstra waktu dan perhatian untuk menciptakan karya atau desain yang berbeda dan memiliki karya seni tinggi.

Kerja keras Abie mendalami rotan lambat laun membuahkan hasil. Pada tahun 2011 adalah debut pertamanya meraih penghargaan bergengsi “Honourable Mention Winner” dalam ajang Singapore Furniture Design Award yang kemudian diikuti berbagai penghargaan lain. Dan, hingga kini perjalanan panjang menghantarkan Abie mengikuti Milan Design Week di tahun ini. Karya desainnya, Lukis Chair masuk dalam koleksi Cappellini, sebuah brand ternama dari Milan, Italia. Satu hal yang membanggakan tentu saja produk rotan yang dibawa Abie sejajar dengan karya ternama dari desainer dunia.

“Kami mengembangkan Lukis Chair pertama kali untuk kompetisi Indonesia Furniture Design Awards. Proses pembuatannya begitu menantang sampai akhirnya kami meraih Platinum Prize. Dan, kini kami tidak menyangka, tahun 2016 ini, Lukis Chair menembus panggung dunia dengan masuk dalam koleksi Cappellini sebuah brand ternama dari Milan, Italia. Produk rotan sejajar dengan karya ternama dari desainer dunia,” ungkap Abie.

Usaha dan kerja keras Abie tidaklah main-main. Ia percaya mencoba sesuatu yang baru itu membutuhkan kerja keras yang lebih ekstra dibandingkan mengikuti tren yang sudah ada. Hal itu terjawab saat Lukis chair akan mulai ditampilkan pada ajang Milan Design Week 2017 serta produk Lukis Chair ini secara khusus hanya bisa diperoleh di Capellini showroom atau reseller resmi dari Capellini yang tersebar di seluruh dunia. Untuk Jakarta, reseller resmi dari koleksi Cappellini terletak di Ambiente, Senopati, Jakarta Selatan.

Suasana Jumpa Pers Studi Hiji

Suasana Jumpa Pers Studi Hiji

Selain Lukis Chair, beberapa produk hasil karya Abie telah terlibat dalam beberapa pameran bergengsi lainnya di dunia, diantaranya adalah Pretzel Bench yang terpilih dalam seleksi untuk Gwangju Design Biennale di Korea Selatan, Maison& Objet Asia di Singapura, Innovative Craft Awards di Bangkok, dan Doeloe Lounge chair yang dipamerkan pada Triennale Design Milan pada 2016.

Untuk kedepannya, Studiohiji sedang merintis agar dapat eksis secara internasional dengan berpartisipasi dalam beberapa pameran internasional. Diantaranya saat ini, Studiohiji baru saja lolos kurasi dari Badan Ekonomi Kreatif untuk turut serta dalam pameran Ambiente Frankfurt pada Februari 2017, serta event Indonesia Design Week pada Maret 2017.