Jak News

Cita Tenun Indonesia Mempersembahkan “Warna Alam”

Cita Tenun Indonesia (CTI) menyelenggarakan exhibition, fashion show dan bazaar tenun tradisional warna alam karya desainer kenamaan Indonesia yang didukung oleh Uni Eropa (EU) dan Humanist Institute for Cooperation with Developing Countries (HIVOS), yang menjadi bagian dari IPMI Trend Show 2017. Selain exhibition “Warna Alam” yang akan digelar pada tanggal 31 Oktober 2016 – 6 November 2016 di Promenade Area Senayan City, juga akan digelar fashion show pada tanggal 9 November 2016, dan bazaar pada tanggal 8-11 November 2016 di The Hall Lt. 8 Senayan City.

Acara ini merupakan bagian dari proyek Konsumsi dan Produksi berkelanjutan untuk tenun tangan tradisional (Sustainable Hand Woven Eco Textile) yang mendapat dukungan dari EU dan HIVOS, dan dilaksanakan oleh CTI di empat daerah binaan yaitu, Kabupaten Jembrana di Bali bagian Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah bagian Utara dan Jawa Tengah bagian Selatan. “Uni Eropa, melalui program SWITCH Asia, berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan di segala bidang. Hasil karya tenun tangan tradisional Indonesia mendapatkan dukungan kami sehingga produksi tenun ini dapat memberikan nilai tambah pada warisan budaya bangsa ini. Saya melihat secara langsung bagaimana dukungan program SWITCH Asia membuat perbedaan dengan memberikan penghasilan tambahan dan kesejahteraan bagi lebih dari 4.000 penenun nusantara dari Sumatera sampai dengan Nusa Tenggara Timur”, kata Dutabesar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerénd

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan penenun, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. “Tujuan utama proyek ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Indonesia, melalui pemberian dukungan terhadap pengembangan rantai nilai tekstil tenun tangan tradisional yang ramah lingkungan secara berkelanjutan. Semoga keberhasilan fesyen ramah lingkungan ini dapat menginspirasi para desainer tekstil, interior & produk, dan fesyen lain untuk melakukan pengembangan produk kain tenun yang berkelanjutan,” jelas Biranchi Upadhyaya selaku Direktur Regional Hivos.

Tenun Indonesia yang begitu indah dan beragam memiliki 12 teknik pembuatan, yang antara lain adalah tenun ikat lungsi, pakan, pakan tambah, lungsi pakan, sobi, dobi, jacquard, datar, songket, kombinasi tenun ikat dan songket, rang rang, dan tapestry. CTI menyadari bahwa Indonesia memiliki kekayaan tenun yang sangat beragam. Untuk melestarikan kekayaan tenun Indonesia, CTI memiliki visi untuk menjadikan tenun tidak hanya sebagai sebuah produk tradisional, tetapi juga menjadi sebuah lifestyle. Sebagai wujud nyatanya, CTI melakukan pelestarian kembali tenun yang langka dan punah, membina perajin melalui pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan produksi tenun dan melakukan pemasaran untuk memperluas pasar baik di dalam negeri dan mancanegara.

“Warna Alam” terinspirasi dari kehebatan warna-warna yang dihasilkan oleh pewarna alam yang bersumber dari keanekaragaman hayati Indonesia. Acara ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus semangat bagi setiap orang untuk lebih peduli, menjaga kelestarian lingkungan, dan tentunya menjadi inspirasi untuk teknik tenun, desain produk yang dibuat dari kain tenun. Selain program bersama EU dan Hivos, CTI juga sudah melakukan kegiatan pewarnaan alam di Sambas, Sumba, dan

Palembang. 3 Penghargaan World Craft Council (WCC) juga telah didapatkan untuk hasil tenun dari daerah Jembrana, Bali bagian Barat, dan Palembang.

Pada kesempatan ini CTI menampilkan karya-karya dari dua desainer tekstil, empat desainer interior & produk, dan empat desainer fesyen dalam bentuk sebuah exhibition. Dua desainer tekstil yang turut serta adalah Koesoemaningsih yang merupakan mitra desainer untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian Selatan dan Utara serta Kabupaten Jembrana, Bali, dan Ae Kusna untuk daerah binaan Sulawesi Tenggara. Untuk empat desainer interior & produk yang turut serta, CTI bekerja sama dengan Ary Juwono mitra desainer untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian Utara, Roland Adam untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian Selatan, Yuri Alfa untuk daerah binaan Kabupaten Jembrana di Bali bagian Barat, dan Koestriastuti untuk daerah binaan Sulawesi Tenggara. Empat desainer fesyen terkemuka juga ikut serta dalam acara fashion show IPMI Trend Show 2017,. Mereka adalah Chossy Latu sebagai mitra desainer daerah binaan Jawa Tengah bagian selatan, Auguste Soesastro untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian utara, Didi Budiardjo untuk daerah binaan Kabupaten Jembrana di Bali bagian barat, dan Denny Wirawan untuk daerah binaan Sulawesi Tenggara akan memperlihatkan koleksi yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Sebagai bagian dari kegiatan pemasaran, CTI akan menyelenggarakan bazaar kain tenun tradisional selama acara IPMI Trend Show 2017. Selain itu, CTI juga memiliki galeri di kantor CTI yang bertempat di Jl. Jenggala II No. 6B, dan juga di Pacific Place Mall Lantai 2 sejak 2 Mei 2016.

Seluruh kegiatan sosial yang telah dilakukan CTI sejak berdirinya 8 tahun lalu memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perajin tenun.