Food

Temui Okonomiyaki di Gelar Jepang UI (GJUI) 22

Temui Okonomiyaki di Gelar Jepang UI (GJUI) 22

HIMAJA FIB UI pada hari Sabtu (20/8), kembali menyelenggarakan acara tahunan yaitu Gelar Jepang Universitas Indonesia 22 (GJUI22) Day 3 dengan bertajuk tema “Amblence of Music and Audacity of Art”  ini diadakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

jakcity-Temui-Okonomiyaki-di-Gelar-Jepang-UI-(GJUI)-22

Acara Gelar Jepang UI 22

Acara ini juga diramainkan berbagai aneka kuliner Jepang seperti Okonomiyaki. Okonomiyaki adalah makanan Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, makanan laut atau daging babi dan digoreng di atas penggorengan datar yang disebut teppan.

Okonomiyaki adalah salah satu jenis masakan teppanyaki yang bisa dimakan begitu saja atau sebagai lauk teman nasi putih. Okonomiyaki sering dimakan dngan sendok datar yang disebut kote (hera) yang juga berfungsi sebagai sodet sewaktu membalik okonomiyaki.

Dalam bahasa Jepang, okonomi berarti “suka-suka” (yang disuka, yang diinginkan) dan yaki berarti “panggang” istilah “goreng” hanya digunakan di Jepang bila makanan digoreng dengan minyak yang sangat banyak. Sesuai dengan namanya, lapisan atas topping okonomiyaki bisa disesuaikan dengan selera orang yang mau memakan.

Temui Okonomiyaki di Gelar Jepang UI (GJUI) 22

Okonomiyaki di Gelar Jepang UI 22

Okonomiyaki berasal dari makanan ringan bernama Funoyaki berupa adonan dari terigu dan air yang digoreng. Di era Meiji, makanan ringan yang disebut Dondonyaki merupakan perkembangan funoyaki dengan tambahan nori, sosis ikan dengan bumbu saus dan digulung dengan sumpit sekali pakai. Di era Showa, dondonyaki berkembang menjadi Kyabetsuyaki yang menggunakan saus uster. Di Tokyo, dondonyaki berubah bentuk menjadi goreng adonan tepung encer di atas teppan yang disebut Monjayaki. Okonomiyaki seperti yang ada sekarang di daerah Kansai dan Hiroshima merupakan bentuk mutakhir dari Kyabetsuyaki. Pada GJUI 22, okonomiyaki dijual dengan harga Rp. 25.000