Jak News

Pameran A Tribute to Chairil Anwar “BIO FANTASY” dari Melissa Sunjaya Dibuka

Jakcity-Pameran-A-Tribute-to-Chairil-Anwar-“BIO-FANTASY”-dari-Melissa-Sunjaya-Dibuka

Seniman Melissa Sunjaya baru saja meresmikan sebuah pameran tunggal yang bertajuk A Tribute to Chairil Anwar “Bio Fantasy” (13/8) pekan lalu di Galeri Salihara, Jalan Salihara No. 19, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Bio Fantasy karya Melissa Sunjaya, didedikasikan untuk menghormati Chairil Anwar, seorang pujangga kenamaan yang membuahkan paradigma baru dalam Bahasa Indonesia dan perintis “Angkatan 45” (gerakan sastra dan seni rupa di masa paska kemerdekaan Indonesia). Banyak orang mengenal puisinya yang tersohor seperti ‘Aku’ dan ‘Krawang-Bekasi’; tetapi saat ini informasi tentang karya, kehidupan, dan idealisme dari Chairil Anwar sangat sulit ditemukan. Penggunaan diksi harian, pola yang tidak umum dan tata bahasa yang inovatif dalam karyanya tidak pernah berhenti menginspirasi berbagai generasi seniman, filsuf, dan penyair. Tujuan dari pameran ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat atas warisan Chairil Anwar sebagai sebuah pusaka nasional, melalui sebuah persembahan yang menyajikan perspektif kontemporer dan pengalaman sensori dalam memahami pesan yang tersirat di balik karyanya.

Pameran A Tribute to Chairil Anwar “BIO FANTASY” dari Melissa Sunjaya Dibuka

Pembukaan pameran oleh Melissa Sunjaya

Proyek ini dibuka dengan sebuah fiksi ilmiah yang ditulis oleh Melissa Sunjaya. Berlatar futuristik di tahun 2942, cerita ini juga menyiratkan bahwa manusia dapat merusak lingkungannya dengan mudah apabila mereka tidak mengerti jati dirinya. Protagonis dari kisah ini adalah seorang ilmuwan yang jatuh cinta pada Ayati, seorang wanita setengah robot yang memiliki keterbukaan jiwa dan sangat mengapresiasi buah karya dan hidup Chairil Anwar. Ayati percaya bahwa transkrip puisi Chairil Anwar memegang peranan yang cukup penting untuk mengubah dunia. Dengan keberanian dan kemerdekaan pikiran yang ditemukan melalui puisi-puisinya Chairil Anwar, sang ilmuwan membuat sejumlah eksperimen biokimia di dalam laboratorium rahasia dengan harapan untuk menemukan serum yang dapat menyelamatkan umat manusia.

Bio Fantasy memaparkan: puisi lengkap Chairil Anwar didampingi dengan 75 karya visual abstrak dan karya tulis oleh Melissa Sunjaya. Kutipan puisi Chairil Anwar ditulis dengan kaligrafi secara tersembunyi di balik 75 karya visual abstrak tersebut dan hanya dapat dibaca melalui lensa merah. Interaksi aktif dari pembaca dengan lensa merah menjadikan para pembaca bagian dari instalasi seni bermakna ganda tentang ‘rasa puisi’.

Koleksi seni visual ini juga ditemani dengan karya fiksi oleh Melissa Sunjaya, mengisahkan tentang keberanian dan kemerdekaan dalam berpikir yang ditemukan melalui puisi-puisi dari Chairil Anwar, seorang penyair legendaris. Berlatar futuristik di tahun 2942, cerita ini juga mengungkapkan bahwa manusia dapat merusak lingkungannya dengan mudah apabila mereka tidak mengerti jati diri mereka sendiri. Protagonis dari kisah ini adalah seorang ilmuwan yang jatuh cinta pada Ayati, seorang mutan yang memiliki keterbukaan jiwa dan sangat mengapresiasi buah karya dan hidup Chairil Anwar. Ayati percaya bahwa transkrip puisi Chairi Anwar memegang peranan yang cukup penting untuk mengubah dunia. Selayaknya Ayati yang tinggal di kehidupan dengan banyak lapisan, begitu juga dengan karya-karya ilustrasi dari Bio Fantasy yang mengandung elemen-elemen tersembunyi yang hanya dapat dilihat melalui lensa merah.

Pameran A Tribute to Chairil Anwar “BIO FANTASY” dari Melissa Sunjaya Dibuka

Lensa merah untuk melihat tulisan

Bio Fantasy didedikasikan untuk menghargai warisan karya Chairil Anwar dan bermaksud untuk menghubungkan kembali nilai-nilai kehidupannya yang mengubah sastra dan bahasa di Indonesia. Tulisan mengundang beberapa seniman untuk menginterpretasi Bio Fantasy secara personal. Menggunakan prinsip yang sama dengan pendekatan Chairil Anwar pada bidang sastra, setiap seniman berusaha untuk meniadakan kebiasaan dalam pekerjaan mereka sehari-harinya, mengesampingkan rasio dan membongkar metode yang terencana untuk memanifestasi dan mengeksplorasi emosi-emosi baru.

Chairil Anwar adalah pelopor “Angkatan 45” (gerakan sastra dan seni rupa yang ada pada tahun 1945). Banyak orang Indonesia yang mengenal dengan karya-karyanya yang tersohor seperti Aku dan Krawang-Bekasi; walau begitu, saat ini informasi tentang karya, kehidupan, dan idealisme Chairil Anwar sangat sulit ditemukan. Bio Fantasy berusaha untuk melanjutkan nilai-nilai yang dimulai olehnya. Beliau adalah maestro dalam bidang sastra yang berhasil meruntuhkan secara spontan aturan-aturan yang ada dan membentuk paradigma baru dalam sastra Indonesia. Penggunaan diksi sehari-hari, pola yang tidak umum dan tata bahasa yang inovatif dalam karyanya tidak pernah berhenti menginspirasi berbagai generasi seniman, filsuf, dan penyair.